Baby Hello Kitty -->

Selasa, 01 Juli 2014

LIFE STORY: KELUHAN ANAK PADA AYAHNYA



Keluhan anak pada ayahnya

Disuatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yang sedang baca Koran diteras”Oh ayah, ayah”kata sang anak…
“ada apa?” Tanya sang ayah
“aku capek sangat capek.. aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedangkan temanku bisa mendapatkan nilai bagus hanya dengan mencontek saja! Aku capek ayah aku capek…sangat capek…
Aku capek karena harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! Aku capek sangat capek…
Aku capek, karena aku harus menjaga lisanku agar tidak menyakiti perasaan temanku, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…
Aku capek, karena aku harus menjaga sikapku utnk menghormati teman temanku, sedang temantemanku seenaknya saja bersikap kepadaku…
Aku capek ayah aku capek sangat capek menahan diri… aku ingin seperti mereka.. mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah. !..” sanga anak mulai menangis….
Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata”anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena ada banyak ilalang.. aku benci jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. Aku benci jalan ini ayah”… sang ayah hanya diam.
 Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar ada banyak kupu-kupu, bunga yang indah dan cantik dan peohonan yang rindang…
“waah….. tempat apa ini ayah? Aku suka! Aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dankemudian duduk dibawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.
“kemarilah anakku, ayo duduk disamping ayah” ujar ayah, lalu sang anak pun iut duduk disamping ayahnya.
“anakku tahukah kamu mengapa disini begitu sepi? Padahal tempat ini begitu indah…?”
“tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”
“itu karena orang-orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek, padahal mereka tahu ada telaga disini,tetapi mereka tidak bisa bersabar alam menyusuri jalan itu.”
“Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah…?”
“Baguslah, akhirnya  kau sudah mengerti anakku,”
“mengerti apa ayah?”
“anakku butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kejujuran, manusia membutuhkan kesabaran dalam setiap kebaikanagar mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, sepatumu, kau harus bersabar melewati ilalalng dank au pun harus bersabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? Ada telaga yang sangat indah… seandainya kau tidak akanmendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”
“tapi ayah , tidak mudah untuk bersabar”
“ayah tahu, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat…begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada disampingmu agar saat kau terjatuh, kami yang akan mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku, kami tidak bisa selallu mengangkatmu saat kau terjatuh, suatu saat nanti ada masanya kau harus bisa berdiiri sendiri… maka dari itu jangan pernah menggantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri.. seorrang yang penuh energy, semangat dan juga tekad yang kuat agar nanti kau bisa berjalan menyusuri kehidupan yang lebih keras. Ketika kau memutuskan untuk berhenti dan pulang kau akan tahu akhirnyakan?”
“ya ayah, aku tahu… aku akan dapat surge yang indah yang lebih indah dari telaga ini… sekarang aku mengerti… terimakasih ayah, aku akan melakukan nya dengan semangat.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar