Baby Hello Kitty -->

Kamis, 13 November 2014

RE: Love and Time



Ada sebuah cerita dari suatu pulau kecil yang tinggal disana hanyalah benda-benda abstrak,seperti cinta. Kekayaan, kesedihan, dan kebahagiaandan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan sangat baik.
Suatu ketika datanglah badai besar yang menghempas pulau kecil tersebut dan air laut tiba-tiba naik dan dengan siap akan menenggelamnkan pulau kecil tersebut. Semua penghuni pulau dengan cepat menyelamatkan diri mereka masing-masing. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenan dan tidak mempunyai perahu, ia berdiri ditepi pantai untuk mencari pertoloongan. Sementara itu air semakin lama semakin tinggi hingga membasahi kaki cinta.
Tak lama kemudian cinta melihat kekayaan sedang mengayuh perahu.”kekayaan... hei kekayaan.. tolong aku!!!” teriak cinta. “aduh.. maaf cinta, perahuku telah penuh dengan harta bendaku ini, aku tak bisa membawamu ikut serta, nanti perauhuku yang kecil ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu diperahuku ini!” kata kekayaan dan ia pergi berlalu meninggalkan cinta.
Cinta sangat bersedih namun dilihatlah kegembiraan melewatinya dengan perahunya,”kegembiraan... tolong aku!!”teriak cinta. Namun kegembiraan terlalu senang menemukan sebuha perahu sehingga ia tidak mendengar teriakkan cinta.
Semakin lama air semakin tinggi hinga membasahi sampai kepinggang cinta dan cintapun mulai panik. Tak lama kemudian lewatlah kecantikan dengan perahunya, “kecantikan...bawalah aku ikut serta denganmu”, teriak cinta namun kecantikan pun menjawab “wah cinta kamu sangat basah dan kotor, aku takbisa mengajakmuikut serta nanti kmu bisa mengotori perahuku ini,” sahut kecantikan.
Cinta sangat bersedih mendengarnya, ia mulai mengais terisak-isak, dan saat itulah lewat kesedihan,”oh kesedihan bawalah aku bersamamu, “kata cinta.”maaf cinta aku sedang sedih dan aku hanya ingin sendirian saja....” kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta sudah mulai putus asa, ia melihat air semakin lama semakin tinggi dan akan segera menengelamkannya. Pada saat kritis itulah terdengar suara,”Cinta, mari segera naik ke perahuku,”. Cinta menoleh ke sumber suara tersebut. Cepat-cepat ia naik keperahu itu tepat sebelum air menenggelamkannya.
Dipulau terdekat orang tua itu menurunkan cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itulah cinta baru sadar bahwa ia sama sekali tidak mengenal orang tersebut yang telah menyelamatkannya. Cinta seera menanyakan siapa orang tersebut kepada penduduk sekitar pulau tersebut, “orang tua itu tadi? Dia adalah Waktu,” kata penduduk pulau tersebut,”tetapi kenapa ia menyelamatkan kau? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalkupun enggan menolongku”, tanya cinta heran. “Sebab hanya Waktulah yang tahu berapa penting dan berharganya sesungguhnya cinta tersebut....