Baby Hello Kitty -->

Sabtu, 06 Oktober 2012

Story: Prinsip? atau Rival

PRINSIP? atau Rival?


Cuaca saat itu benar-benar panas. Meski hari menjelang sore, namun teriknya matahari masih bias kurasa meski aku ada di dalam mall yang ber AC.

“ Intan, ayo beli es krim! “. Rengekku bak baby.

“ Bentar, gue masih mau belanja ni……. “ “ Ayo dong…. panas nih…. “

kataku seraya menarik tangannya ke kedai es krim langgananku.

Sembari menunggu Intan yang sedang memesan es krim, ku dudukkan tubuhku di salah satu bangku kedai.

“ Ih… sore-sore gini kok masih pacaran sih!... anak SMP lagi,! Masih pake’ seragam pula! “

kataku heran melihat sepasang remaja yang masih mengenakan seragam putih biru tengah berpacaran.

“ Woe! Bengong aja, merhatiin apaan sih?... “

kata Intan mengagetkan dengan 2 gelas es krim di tangannya.

“ Ih! Intan apaan sih?... kaget tau!”. “ Makanya, jangan bengong, Rin.... Rin…. “.

Nampaknya Intan mencari tahu apa yang sebenarnya bikin aku bengong.

“ Ow… loe lagi nglatin orang pacaran…., kenapa? Pengen?.. “

kata Intan sembari menaik turunkan alisnya sambil meringis.

“ Ih! Apaan sih loe! Pengen?... ya nggaklah! Kan udah berulang kali gue bilangin gue nggak mau pacaran sebelum lulus SMP, bisa ganggu sekolah kita tau……”. “ Ow… gue pegang lho ya omongan loe….. tapi Rin! Pacaran itu enak lho…. Bener! “

kata Intan terus menggoda.

Akupun hanya diam tak peduli dengan bibir manyun dan mengduk aduk es krim di depanku.

“ Eh Tan! Besok anter gue ke Toko buku dong…. “

“ Toko buku? Kenapa nggak sekarang aja?....”

“ Nggak bias! Gue mesti pulang sekarang!,, loe mau kan ?... “

“ Aduh! Sorry banget!, besok gue ada janji ama cowok gue…. “

“ Apa! Loe udah punya cowok?... berani pacaran loe?....”

“ Udahlah, kan tadi udah gue bilangin pacaran itu enak! Masa” loe gak ngerti?... “ “ ih! Dasar loe Tan! Genit loe, kecil-kecil udah berani pacaran! Kalo gue sih nggak mau! “

“ Ye… kok genit sih…. Anak SMA aja udah banyak yang pacaran, apalagi gue anak SMP! “

“ Gue kan juga anak SMP, tapi nggak minat tuh buat pacaran! “.

“ Itu karena loe masih kaya’ anak kecil! “. “ Enak aja loe!”

“ Loe jangan sok Rin, kepentok cinta baru tau rasa loe! “

akupun hanya manyun di hadapannya.

Keesokan harinyapun, sepulang sekolah aku langsung meluncur ke took buku sendirian. Disana aku menjumpai buku yang sangat menarik, best seller. Tapi buku itu terletak di deretan rak paling atas. Aku pun jinjit-jinjit untuk bias mencapainya.

Tiba-tiba ada seseorang yang mengambilkan buku itu untukku.

“ Oh my god! Cakep banget…. “ gumamku terpesona menatapnya.

“ Nih bukunya! “ katanya dengan senyum ramah yang manis.

“ Makasih! “ kataku meringis salah tingkah.

Iapun mengulurkan tangannya.

“ Bagus ! “ katanya mengajakku berkenalan. “ Karin! “ balasku sembari menjabat tangannya.

Sore itupun akhirnya aku tidak sendirian, karena ada Bagus yang bersedia menemaniku. Meski awalnya aku merasa kikuk namun lama kelamaan aku bisa berbincang akrab dengannya, bahkan kami saling memberi nomer handphone kami masing-masing. Sebelum kami berpisah, iapun meneraktirku makan es krim terlebih dahulu.

***

Sebulan sudah kami saling mengenal, dan sebulan itupun membuat kami semakin

dekat. Hingga akhirnya dia bilang cinta padaku dan dia ingin aku menjadi pacarnya.

Akupun menerimanya untuk menjadi pacarku, tepatnya pacar dan cinta pertamaku. Namun ada satu masalah yang mengganjal hubungan kami. Prinsip! Ya, prinsipkulah yang mengganjal hubungan kami, prinsip untuk tidak berpacaran sebelum tamat SMP. Dan itupun memaksaku untuk mengajaknya backstreet dari orang orang di sekelilingku. Iapun mau menerimanya, meskipun pada awalnya ia menolak. Keesokan paginya, aku pun sudah siap dengan putih biru ku. Saat itu kuputuskan untuk pergi ke sekolah dengan berjalan kaki namun, di perempatan dekat rumahku kulihat Bagus tengah menungguku,., kuhampiri Bagus . " Bagus ! Kamu ngapain disini? ".

" Aku mau nganter kamu ke sekolah. "

Pagi
itupun aku berangkat sekolah bersama dengannya.

" Hati hati ya beib, belajar yang bener!. " katanya begitu sampai digerbang sekolah.

" Bagus , jangan panggil aku beib d0ng... Geli...! " kataku memanja.

" Dasar kamu anak kecil! " katanya sembari membelai rambutku dan tersenyum manis.

" Hati-hati ya... Bye.." kataku tersenyum manis dengan tangan kanan melambai ke arahnya.

Baguspun berlalu dari hadapanku dan masuk ke kelasnya, kelas VIIIE Tiba tiba Intan datang menghampiriku.

" Rin, siapa tu? Pacar loe? " tanya Intan mengagetkanku.

Sontak akupun merasa gugup, aku bingung harus menjawab apa, aku tak mau Intan tau kalau aku telah melanggar prinsipku, lagipula pasti aku akan di tertawakan.

" Nggak, nggak mungkinlah gue punya pacar, gue kan belum... "

" Belum lulus SMP kan ... Ah, basi loe! " katanya melanjutkan kalimatku.

" Terus tadi siapa?" "ow.. Itu tadi, itu tadi temanku dari kelas sebalah"
jawabku gugup. " Loe nggak bohong kan ? " " Ha... nggak, nggak, gue nggak bohong!" "ya, bagus deh..  Gue titip salam ya.." katanya tersenyum. Akupun hanya diam tak mempedulikan kata katanya sambil nyengir.

Keesokan paginya aku kembali berjalan bersama dengan Bagus ke sekolah dan tak ku sangka Intan tengah berdiri di depan gerbang sekolah. Iapun melihat kedatanganku.

" Rin! Sini! " panggil Intan padaku yang masih bergandengan tangan, tersentak ku melepaskan genggamannya dan menghampirinya. " Ada apa Tan?" " Kenalin gue dong.. Sama  dia! Ya., " katanya memohon. Seketika hatikupun serasa tersulut api. Tersulut api cemburu.

" Loe kan udah punya pacar! " kataku mencari alasan.

" Nggak! Gue udah putus! Kenalin Rin... Please.. " katanya memelas.

Akhirnya dengan berat hati ku panggil Bagus agar mendekat dengan kami.

" Bagus, kenalin ini temen aku, Intan " " Intan," " Bagus "

Kulihat mereka saling berjabat tangan. Intan pun nampak begitu senang hingga ia tak kunjung melepas tangan Bagus . Aku pun berpura pura batuk. " Ehm! "

seraya Intanpun melepaskan tangannya. Bagus pun hanya tersenyum.

" Udah ah Tan, masuk yuk! " kataku seraya menarik tangannya meninggalkan Bagus berjalan sendirian masuk sekolah. " Sumpah Rin.. Dia cakep banget, kayaknya gue jatuh cinta deh ama dia, aku tak pernah tahu ada cowok sekeren itu di sekolah kita! " katanya sumringah.

" Apa! Jatuh cinta? " kataku kaget bagai di sambar petir.

Intan pun hanya diam dengan senyum khas orang yang lagi kasmaran.

" pokoknya loe mesti bantuin gue ngedapetin Bagus , ya Rin?! " kata Intan menggebu gebu.

Sekuat tenaga aku pun membendung air mataku yang hampir jatuh karene merasa cemburu. Keesokan paginya, Intan pun sudah bersiap menunggu kedatanganku di depan sekolah. Namun saat itu aku tidak barengan dengan Bagus, tentu saja aku datang sendirian .

" Rin, loe nggak sama Bagus ? " tanya Intan menyambutku.

" Nggak, katanya dia brangkat agak siangan jadi kami tidak bersama! "

" Ya udah, kalo gitu gue titip surat ini aja ya buat dia.. " katanya sembari memberikan sepucuk surat dengan amplop warna pink.

" thanks ya.. " katanya dengan senyum.

Akupun cuma bisa nyengir menahan amarah. Aku merasa cemburu. Sebelum ku serahkan surat itu pada Bagus, terlebih dulu ku baca isi surat itu. Ternyata itu adalah surat cinta. Intan mengungkapkan semua perasaannya terhadap Bagus lewat surat itu. Hatiku pun hancur berkeping keping. Air mataku pun tak kuasa lagi ku bendung. Aku merasa hatiku benar benar terluka. Aku pun menelpon Bagus dan mengajaknya bertemu di taman dekat rumahku.



***


" Ada apa Rin? " tanya Bagus yang melihatku tengah menangis.

Seraya ku peluk tubuhnya erat erat. " Ada apa? Kamu ngomong d0ng...! ".

Aku pun melepas pelukannya, ku berikan surat dari Intan pada Bagus . Bagus pun segera membacanya. " bagus , aku mau kita putus! " kataku dengan pipi basah.

" Putus, kenapa? Karena Intan? " Akupun menganggukkan kepalaku.

" Rin! Nggak bisa gitu dong, aku masih sayang kamu! "

" Nggak Gus , kita harus putus, Intan sahabat aku dan aku mau kamu bisa jadian ama dia, aku nggak mau dia sedih dan kecewa, toh emang udah prinsip aku untuk nggak pacaran sebelum lulus SMP! "

" Jadi kamu tega ngorbanin aku, pacar kamu sendiri demi prinsip konyol kamu itu? Okay, fine.. Kita putus, tapi aku nggak akan pernah deketin Intan apalagi pacaran sama dia karena aku masih cinta sama kamu tapi karena udah keputusan kamu buat mertahanin prinsip kamu itu, aku akan menjauh dari kehidupan kamu juga Intan, selamat tinggal! " kata Bagus dengan tegas meski ku lihat ada
linangan air mata yang tertahan di sudut matanya seraya pergi meninggalkan aku sendiri dalam tangis.

Aku sadar ini semua memang salahku. Dan karena prinsip konyolku itu, aku telah membuat tiga hati terluka. Bagus , Intan, dan aku sendiri.

-The End-

Senin, 24 September 2012

Cerita Pendek : Sakyo x Ukyo

Part 1:
Hari ini aku ingin menceritakan sesuatu pada kalian, kejadian yg menimpa ku. hmm ini berawal dari suatu pagi yang cerah, aku datang kerumah paman dan bibiku di jepang, dan mereka mempunyai kerabat yang memiliki anak kembar. Yah umur mereka 1 tahun lebih tua dari ku.
   kemudian kejadian itu pun terjadi...
Kematian Ukyo sang adik... sangat menyayat hatiku dan juga Sakyo, tak pernah ku tahu itu adalah hari terakhir ku melihat tawa dan juga senyum itu.

#### bagian 1###
Pagi yang cerah Ukyo mengajakku ke taman bermain tentu saja bersama dengan kembarannya Sakyo. Mereka memang kembar dari bentuk tubuh,tinggi, bahkan cara mereka tersenyum memiliki kesamaan tidak heran orang tua mereka selalu salah mengenali mereka,mereka kembar identik. namun  dilihat dari segi manapun mereka tetap berbeda karena Ukyo dan Sakyo tetaplah 2 orangf yang berbeda. Sakyo adalah manusia berdarah dingin, kejam dan juga mematikan tapi bisa melakukan apa saja, dia menguasai segala bidang pelajaran dan juga bela diri, sepertinya tidak ada hal yang ia tidak dikuasai berbeda dengan Ukyo yang lembut, ceria dan penuh perhatian daripada Sakyo Ukyo lebih mengerti dan paling bisa diajak bicara. Dialah pangeran ku.
"hei Bodoh... ayo cepat atau nanti kami tinggal"
"iya....."
"kenapa kau memanggilku bodoh....??? dasar Malaikat maut.
" itu karena kau lambat.. seperti kura-kura saja"
"hahahaha...... kenapa kalian berdua selalu bertengkar?"
"haigo Ukyo aku juga tidak mau bertengkar, tapi karena Sakyo yang memulai duluan."
"jadi maksudmu aku yang salah ha.... tikus tingik"
"apa..... tikus tengik?'
"kau manusia iblis"
tak pernah kuduga, setibanya dijepang aku mendapat teman-teman yang mengasikkan.
"apa kau bilang... mau mati ya?"
 "kalian berdua sudah - sudah.... hentikan, seperti anak kecil saja. nah ayo ita makan siang dulu, aku lapar"
 hari sudah semakin siang, saat nya makan siang... akhirnya tiba disebuah restaurant bergaya italia nama restaurant itu adalah La Tavarna.
"Ukyo mau makan apa?" sakyo bertanya sambil menyodorkan menu makan yang ada di restoran
"nah kakak kau sendiri makan apa?'
"terserah kau sajalah"
" nah rin kau makan apa?''
"hmm.... aku mau makan Coverti Da Mera, hehehe" sambil tersenyum senang.
"aku pergi ketoilet dulu ya.... kalian tunggu disini dan jangan kemana-mana"
"baik kak..."
mereka berdua memang bertolak belakang.

ketika sedang asik becerita dengan Ukyo aku tersentak dan melihat dua orang datang dan duduk disebelah kami, Sakyo belum datang juga.

" selamat Siang... " sapa Sakyo yang baru datang dari toilet.
" kau dari mana sja?"
"diamlah"
2 orang pelayan datang memawakan pesanan kami saatnya makan.



Hari ini adalah pagi dimana sakyo datang berkunjung ke sebuah tempat yang sangat dia rindukan, kematian adiknya 3 tahun lalu masih membekas dalam hati dan sampai saat ini dia menyalahkan dirinya sendiri. Putra pertama dari Group SU yang terkenal karena kedudukan dan jabatannya itu mengharuskan ia agar bersikap dingin, acuh, keras dihadapan semua orang disekitarnya. Menjauhi dan tidak terikan dengan siapapun. Itulah ia…. Sang Pangeran.
“bukankah sudah ku bilang padamu berkali-kali jangan pernah dekati aku. Apa kau tidak mengerti kalimat itu hahhh…. (nada marah)”
“sakyo aku tidak bermaksud seperti itu, aku tidak bermaksud mengganggu mu”
“sebaiknya kau cepat pergi sebelum aku menyeretmu keluar dari kamarku”
Tuan anda memanggil kami?
“bawa dia kembali ke rumahnya. Ini perintah.”
Siapa yang menduga bahwa seorang laki-laki sempurna seperti Sakyo akan berbuat hal sekasar itu pada gadis bertubuh kecil itu. Sesak yang dirasakan dalam benak sakyo,itu membuatnya tampak gusar.
‘…. Cepat pergi jangan kembali ketempat ini lagi… ‘
‘.. ini untuk ke 52x nya aku ditendang keluar dengan kasar’
‘Rin daijoubu? ‘ Seorang laki-laki jangkung mengulurkan tangan untuk nya…
Mataku terkesiap membelalak tak percaya, akira datang membantuku? Siapa yang akan menduganya
‘hah…. Akira senpai’, sambil membantuku untuk bangun dari tempatku terduduk. seulas senyum ku lemparkan padanya. Ini dia Akira Shirayuki anak pengusaha dari Jk group.
‘senpai kenapa ada disini? Bukankah kau harusnya ada di paris?’
‘hmm jadi aku tidak boleh pulang ke negaraku sendiri rin?’
‘ah… bukan begitu senpai, aku terlalu terkejut melihatmu tiba-tiba saja datang membantuku.’
‘begitu. ‘
‘ kenapa hanya owhh begitu, setidaknya kau harus menjawab pertanyaanku!’

END STORY



MARIO TEGUH 23 SEPTEMBER

Hari ini aku menyaksikan Golden Ways, dari seluruh rangkaiannya aku sangat terkesan dengan Beliau dengan Topik : when In Love, No Body Is Smart
inilah seberkas motivasi dari Beliau.

##1
"Tadi pagi, saat terbangun dari tidur yang dalam dan restful di hotel kami di Paris, saya menyalakan televisi dan memilih saluran berita internasional.

Di antara berita ekonomi, politik, dan lingkungan hidup – tiba-tiba muncul satu iklan yang terbaik yang pernah saya lihat di dalam 56 tahun usia saya, iklan tentang Indonesia.

… tentang indahnya orang dan alam Indonesia, tentang dinamika dan potensi ekonomi Indonesia, dan tentang undangan untuk berinvestasi di Indonesia. Dan yang dengan cantik ditutup dengan kalimat “Invest In Remarkable Indonesia.”

Memang masih banyak yang harus kita perbaiki di Indonesia, masih banyak saudara kita yang harus kita entaskan dari kemiskinan, dan masih banyak kedamaian yang harus kita bangun di dalam masyarakat kita, tapi itu semua adalah masalah dari keluarga yang sedang tumbuh.

Dalam dua minggu perjalanan kami di Eropa ini – banyak yang kami amati dan pelajari – yang hebat dan yang masih jauh dari jangkauan Indonesia, tapi satu pelajaran yang paling mengendap – yaitu rasa syukur bahwa masih banyak sekali hal di Indonesia yang lebih SESUAI bagi kita sebagai orang Indonesia.

Mungkin untuk jalan-jalan, banyak negara di dunia ini sangat indah dan menyenangkan; tapi untuk hidup – Indonesia masih yang paling sesuai bagi orang Indonesia.

Maka marilah kita segera selesaikan masalah ketidak-jujuran di antara kita. Marilah kita berlaku lebih adil kepada sesama. Marilah kita bekerja keras menghasilkan produk dan pelayanan yang memudahkan kehidupan sesama, agar setiap jiwa Indonesia hidupnya dimudahkan oleh Tuhan.

Marilah kita cukupkan keluhan tentang Indonesia, marilah kita melebihkan kerja cerdas bagi Indonesia.

Bukan hanya masyarakat internasional yang harus terundang untuk Invest In Remarkable Indonesia, tapi terutama orang Indonesia harus menginvestasikan keseluruhan jiwa dan kehidupannya di dan untuk Indonesia.

I love Indonesia."
— Mario Teguh

##2
"Kehidupan ini tidak mudah, janganlah kita lebih mempersulitnya dengan mengeluh dan menyalahkan orang lain.

Marilah kita melakukan sesuatu yang berguna hari ini."
— Mario Teguh

##3
"Sahabat hati saya,

Hidup ini tidak mudah, tapi tidak ada kesulitan yang tidak memiliki jalan keluar.

Janganlah kita berfokus pada yang sulit, tapi pada yang harus kita lakukan dengan lebih baik dan segera.

Mario Teguh - Loving you all as always  

##4
"Adikku yang baik hatinya,

Apa pun yang kau kerjakan, lakukanlah dengan sepenuh hatimu.

Jadilah dirimu yang terbaik.

Engkau tak mungkin akan sepenuhnya berbahagia dengan menjadi kurang dari yang mungkin bagimu.

Ikutilah impian-impianmu; setialah kepada kebaikan yang ada di dalam hatimu.

Jadilah seseorang yang bernilai bagi kebahagiaan sesama.

Jadilah dirimu yang terbaik.

Mario Teguh - Loving you all as always 

##5
"Sahabat saya yang baik hatinya,

A beautiful Monday morning!

Marilah kita memasuki minggu yang baru ini dengan penuh kesungguhan untuk menjadikan kita pribadi yang kehadirannya disyukuri oleh mereka yang kita layani.

KITA TIDAK HARUS BERHASIL DALAM SEMUA HAL,
karena keberhasilan dalam satu hal saja,
sudah lebih dari cukup untuk menjadikan semua hal indah bagi kita.

KEBERHASILAN ADALAH PROSES, bukan tujuan.

NIKMATI PROSESNYA!

Mario Teguh - Loving you all as always 

##6
"Sahabat saya yang baik hatinya, selamat pagi dan salam super!

Kita tidak akan mencapai perubahan yang berarti jika rasa takut kita terhadap kegagalan lebih besar daripada impian-impian kita.

Semoga hari ini Tuhan menyinarkan pengertian dan keyakinan surgawi bahwa kita akan selalu mampu menyelesaikan masalah dan kesulitan yang disodorkan oleh kehidupan.

Semoga hari ini Tuhan mentenagai kesungguhan Anda untuk membangun sebuah kehidupan yang damai, yang sejahtera dan berbahagia bersama belahan jiwa Anda yang cintanya indah dan setia kepada Anda.

Semoga hari ini rezeki Anda melampaui bahkan harapan-harapan Anda yang paling liar indahnya.
Amiin
Mario Teguh – Loving you all from Paris, France.


Mario Teguh - Loving You All as Always

##1
"Tuhanku Yang Maha Lembut,

Malam ini aku datang
menghadapkan wajahku kepada-Mu
dengan hati yang sangat mengasihi
dan patuh kepada-Mu.

Aku memohon restu dari-Mu,
agar aku dapat menua
dengan anggun dan bijak,
tapi tetap muda dan ceria dalam
kesediaan hatiku untuk mencintai.

Tuhanku Yang Maha Pemurah,

Indahkanlah pribadiku,
sejahterakanlah keluargaku,
harumkanlah namaku, dan
muliakanlah peranku bagi sesama.

Aamiin

Mario Teguh – Loving you all as always

##2
"Sahabat hati saya,

Hanya orang yang menampilkan kelemahan yang diperlakukan sebagai orang lemah.

Kuatkan hatimu dan gagahkanlah sikapmu.

Mario Teguh – Loving you all as always

"Sahabat hati saya,

Apa pun yang kau kerjakan, lakukanlah dengan sepenuh hatimu.

Jadilah dirimu yang terbaik.

Engkau tak mungkin akan sepenuhnya berbahagia dengan menjadi kurang dari yang mungkin bagimu.

Ikutilah impian-impianmu; setialah kepada kebaikan yang ada di dalam hatimu.

Jadilah seseorang yang bernilai bagi kebahagiaan sesama.

Jadilah dirimu yang terbaik.

Mario Teguh – Loving you all as always

##3
"Doa Belahan Jiwa Sapu Jagad:

Untuk engkau yang merindukan belahan jiwamu,
ingatlah Tuhanmu itu Maha Kuasa dan Maha Pemurah,
maka mintalah yang terbaik.

Katakanlah ini dengan semua kelembutan hatimu kepada Tuhan Yang Maha Penyayang,

Tuhan, ijinkanlah aku untuk membebaskan permintaanku
bagi seorang belahan jiwa yang:

Mencintai-Mu, sehat, hatinya penuh kasih,

berbudi luhur, cerdas, rupawan, berilmu,

berpotensi ekonomi yang hebat, berwibawa,

penegak kebenaran, penyebar kebaikan,

pengundang sesama kepada Tuhan,

pendekar lingkungan hidup,

dan yang mesra dan lengket hanya kepadaku.

Aamiin


Sabtu, 22 September 2012

Story: Autumn in Paris























 Rp:35.000,-
            
 Kisah cinta tidak akan selalu indah seperti yang kita bayangkan. Terkadang cinta akan dipaksa untuk
gugur di saat sedang bermekaran. Bagaimana masa lalu yang pahit dapat menghancurkan cinta? Dapatkah masa lalu diubah? Seorang Tara Dupont, wanita blasteran Indonesia-Perancis yang sangat menyukai musim gugur di Paris merasa telah memiliki segalanya dalam hidup. Ia hidup di Paris bersama ayahnya dan bekerja sebagai seorang penyiar di stasiun radio yang cukup terkenal. Ia juga mempunyai seorang kakak angkat berkebangsaan Perancis yang ia pikir adalah cintanya.Sampai akhirnya ia bertemu dengan Fujiwara Tatsuya, seorang arsitek yang sedang bekerja di Paris, teman dari kakak angkat Tara. Tatsuya adalah seorang lelaki Jepang yang membenci musim gugur di Paris, namun pertemuannya dengan Tara mengubah pendiriannya tentang musim gugur di Paris. Ia menyukai musim gugur di Paris karena Tara.Awalnya, mereka bertemu secara tidak disengaja. Ternyata, Tatsuya adalah teman dari kakak angkat Tara. Merekapun menjadi semakin dekat dan cocok tanpa disangka-sangka.Masa-masa indah mereka lalui bersama, berjalan-jalan ke tempat-tempat indah di Paris, melihat pemandangan kota Paris yang romantis. Namun sayangnya, kekejaman takdir kehidupan membuat mereka berada dalam suatu dilemma. Masa lalu mereka yang tidak dapat diubah, menghancurkan cinta mereka.Tara maupun Tatsuya sama sekali tidak menyadari benang yang menghubungkan mereka dengan masa lalu, adanya rahasia yang menghancurkan segala harapan, perasaan, dan keyakinan. Ketika kebenaran terungkap, tersingkap pula arti putus asa… arti tak berdaya… Kenyataan juga begitu menyakitkan hingga mendorong salah satu dari mereka ingin mengakhiri hidup….


 Sebuah kejadian telah membuka tirai masa lalu... Tatsuya harus menjauhkan diri dari Tara, walaupun ia merasa itu sangat sulit. Kenyataan yang pahit telah membuatnya bimbang. Sampai akhirnya Tara juga mengetahui kenyataan pahit tersebut... dan cinta mereka berada di dalam cobaan yang berat... Jalan yang buntu.Buku ini merupakan salah satu buku yang patut untuk dibaca. Ceritanya memang menyedihkan dan mengharukan, namun tidak cengeng. Romantisme juga terasa sekali di dalam novel ini. Seperti saat Tatsuya menuliskan perasaan di dalam surat dan mengirimkannya ke radio.Ilana Tan mengemas cerita ini dengan sangat menarik. Jalan ceritanyapun tidak mudah ditebak. Banyak juga pengetahuan mengenai kota Paris, yang mungkin akan berguna bagi kita. Juga ada banyak kata-kata dalam bahasa Perancis yang dapat kita pelajari.Ilana juga melukiskan pemandangan kota Paris dengan kalimat yang indah, membuat kita menjadi penasaran dengan kota Paris dan ikut membayangkannya.Cerita ini ditutup dengan sebuah kalimat sederhana yang mengandung arti yang ''dalam'':Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia. Sesederhana itu...




Tara Dupont adalah seorang gadis yang menyukai Paris dan musim gugur. Ia mengira sudah memiliki segalanya dalam hidup sampai ia bertemu Tatsuya Fujisawa yang susah ditebak dan selalu membangkitkan rasa penasarannya sejak awal.

Fujiwara Tatsuya benci Paris dan musim gugur. Ia datang ke Paris untuk mencari orang yang menghancurkan hidupnya. Namun ia tidak menduga akan terpesona pada Tara Dupont, gadis yang cerewet tapi bisa menenangkan jiwa dan pikirannya juga mengubah dunianya.

Tara maupun Tatsuya sama sekali tidak menyadari benang yang menghubungkan mereka dengan masa lalu, adanya rahasia yang menghancurkan segala harapan, perasaan, dan keyakinan. Ketika kebenaran terungkap, tersingkap pula arti putus asa arti tak berdaya Kenyataan juga begitu menyakitkan hingga mendorong salah satu dari mereka ingin mengakhiri hidup.
Seandainya masih ada harapan—sekecil apa pun—untuk mengubah kenyataan, ia bersedia menggantungkan seluruh hidupnya pada harapan itu.

aku sangat menyukai Novel karangan Ilana Tan, Novel yang bisa mengundang Airmataku mengalir.......