Hari ini aku ingin menceritakan sesuatu pada kalian, kejadian yg menimpa ku. hmm ini berawal dari suatu pagi yang cerah, aku datang kerumah paman dan bibiku di jepang, dan mereka mempunyai kerabat yang memiliki anak kembar. Yah umur mereka 1 tahun lebih tua dari ku.
kemudian kejadian itu pun terjadi...
Kematian Ukyo sang adik... sangat menyayat hatiku dan juga Sakyo, tak pernah ku tahu itu adalah hari terakhir ku melihat tawa dan juga senyum itu.
#### bagian 1###
Pagi yang cerah Ukyo mengajakku ke taman bermain tentu saja bersama dengan kembarannya Sakyo. Mereka memang kembar dari bentuk tubuh,tinggi, bahkan cara mereka tersenyum memiliki kesamaan tidak heran orang tua mereka selalu salah mengenali mereka,mereka kembar identik. namun dilihat dari segi manapun mereka tetap berbeda karena Ukyo dan Sakyo tetaplah 2 orangf yang berbeda. Sakyo adalah manusia berdarah dingin, kejam dan juga mematikan tapi bisa melakukan apa saja, dia menguasai segala bidang pelajaran dan juga bela diri, sepertinya tidak ada hal yang ia tidak dikuasai berbeda dengan Ukyo yang lembut, ceria dan penuh perhatian daripada Sakyo Ukyo lebih mengerti dan paling bisa diajak bicara. Dialah pangeran ku.
"hei Bodoh... ayo cepat atau nanti kami tinggal"
"iya....."
"kenapa kau memanggilku bodoh....??? dasar Malaikat maut.
" itu karena kau lambat.. seperti kura-kura saja"
"hahahaha...... kenapa kalian berdua selalu bertengkar?"
"haigo Ukyo aku juga tidak mau bertengkar, tapi karena Sakyo yang memulai duluan."
"jadi maksudmu aku yang salah ha.... tikus tingik"
"apa..... tikus tengik?'
"kau manusia iblis"
tak pernah kuduga, setibanya dijepang aku mendapat teman-teman yang mengasikkan.
"apa kau bilang... mau mati ya?"
"kalian berdua sudah - sudah.... hentikan, seperti anak kecil saja. nah ayo ita makan siang dulu, aku lapar"
hari sudah semakin siang, saat nya makan siang... akhirnya tiba disebuah restaurant bergaya italia nama restaurant itu adalah La Tavarna.
"Ukyo mau makan apa?" sakyo bertanya sambil menyodorkan menu makan yang ada di restoran
"nah kakak kau sendiri makan apa?'
"terserah kau sajalah"
" nah rin kau makan apa?''
"hmm.... aku mau makan Coverti Da Mera, hehehe" sambil tersenyum senang.
"aku pergi ketoilet dulu ya.... kalian tunggu disini dan jangan kemana-mana"
"baik kak..."
mereka berdua memang bertolak belakang.
ketika sedang asik becerita dengan Ukyo aku tersentak dan melihat dua orang datang dan duduk disebelah kami, Sakyo belum datang juga.
" selamat Siang... " sapa Sakyo yang baru datang dari toilet.
" kau dari mana sja?"
"diamlah"
2 orang pelayan datang memawakan pesanan kami saatnya makan.
Hari
ini adalah pagi dimana sakyo datang berkunjung ke sebuah tempat yang sangat dia
rindukan, kematian adiknya 3 tahun lalu masih membekas dalam hati dan sampai
saat ini dia menyalahkan dirinya sendiri. Putra pertama dari Group SU yang
terkenal karena kedudukan dan jabatannya itu mengharuskan ia agar bersikap
dingin, acuh, keras dihadapan semua orang disekitarnya. Menjauhi dan tidak
terikan dengan siapapun. Itulah ia…. Sang Pangeran.
“bukankah
sudah ku bilang padamu berkali-kali jangan pernah dekati aku. Apa kau tidak
mengerti kalimat itu hahhh…. (nada marah)”
“sakyo
aku tidak bermaksud seperti itu, aku tidak bermaksud mengganggu mu”
“sebaiknya
kau cepat pergi sebelum aku menyeretmu keluar dari kamarku”
Tuan
anda memanggil kami?
“bawa
dia kembali ke rumahnya. Ini perintah.”
Siapa
yang menduga bahwa seorang laki-laki sempurna seperti Sakyo akan berbuat hal
sekasar itu pada gadis bertubuh kecil itu. Sesak yang dirasakan dalam benak sakyo,itu
membuatnya tampak gusar.
‘….
Cepat pergi jangan kembali ketempat ini lagi… ‘
‘..
ini untuk ke 52x nya aku ditendang keluar dengan kasar’
‘Rin
daijoubu? ‘ Seorang laki-laki jangkung mengulurkan tangan untuk nya…
Mataku
terkesiap membelalak tak percaya, akira datang membantuku? Siapa yang akan
menduganya
‘hah….
Akira senpai’, sambil membantuku untuk bangun dari tempatku terduduk. seulas
senyum ku lemparkan padanya. Ini dia Akira Shirayuki anak pengusaha dari Jk
group.
‘senpai
kenapa ada disini? Bukankah kau harusnya ada di paris?’
‘hmm
jadi aku tidak boleh pulang ke negaraku sendiri rin?’
‘ah…
bukan begitu senpai, aku terlalu terkejut melihatmu tiba-tiba saja datang
membantuku.’
‘begitu.
‘
‘
kenapa hanya owhh begitu, setidaknya kau harus menjawab pertanyaanku!’
‘
END STORY
-->
Tidak ada komentar:
Posting Komentar