Baby Hello Kitty -->

Jumat, 10 Agustus 2012



                                                          MENUJU KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK
           

Apakah keberuntungan di dunia ini      =  Pergaulan dengan orang baik.
Apakah  kesedihan itu                          =  Pergaulan dengan orang jahat.
Apakah kerugian itu                             = Tidak memanfaatkan waktu dgn baik.
Apakah kepandaian itu             = Selalu berpedoman kepada agama.
Siapakah yang disebut pemberani       =  Yang menang dari sebelas indrianya 
Siapakah kekasih yang sebenarnya      = Ia yang setia.
Apakah kekayaan itu                            = Pengetahuan yang benar.
Apakah kebahagiaan itu                       = Tidak tinggal di negeri orang.
Apakah pemerintahan                          =  Di mana tidak ada pelanggaran.

            Orang –orang beruntung adalah mereka yang memiliki sahabat baik, jauh dari pergaulan orang jahat dan tidak menghabiskan waktu sia-sia, pandai dalam menjalankan agama, mengendalikan indria-indria, mencintai istri atau suami, memiliki pengetahuan yang baik dan benar, tinggal di negara sendiri dan dalam keluarga maupun masyarakat dihormati. Merekalah yang selalu mendapatka kebahagiaan di dunia ini dan setelah meninggal dunia mendapatkan moksa.


3. Kebodohan dan Sifat Buruk
Prasahya maņi mudharen makaravaktra damştrāntarāt
samu dramapi santaret pracaladūrmimālākulam
bhujangamapi kopitam śirasi puşpavad dhārayet
na tu pratinivişta mūrkhajana citta mārā dhayet.

Adalah masih mungkin mengambil permata dari pangkal gigi buaya, begitupun masih mungkin berenang menyeberangi lautan yang ombaknya ganas, masih mungkin pula mengalungkan seekor ular yang marah, akan tetapi sungguh sulit mengubah orang bodoh yang memiliki kebiasaan buruk menjadi baik.


4. Pekerjaan yang Mustahil
Labheta sikatāsu tailamapi yatnatah pīdayan
pibecca mŗgatŗsņi kāsu salilam pipāsārditah
kadācidapi paryatan chaśavişāņamāsādayet
na tu pratinivişta mūrkhajanacittamārādhayet.

Dengan usaha keras, seseorang mungkin dapat menemukan minyak di pasir, seseorang yang dahaga mungkin dapat minum dari fatamorgana, dengan usaha keras seseorang mungkin dapat menemukan tanduk kelinci, namun sungguh sulit mengubah orang bodoh yang memiliki kebiasaan buruk menjadi baik.     

5. Ucapan Mulia untuk Orang Bodoh
Vyālam bālamŗnālatantubhirasau roddhum samujjaŗmbhate
chettum vajramaņinchirīşakusumaprāntena sannahyate
mādhuryam madhubindunā racayitum  kşārāmbudherīhate
netum vānchati yah khalān pathi satām suktaih sudhāsyandibhih.

Seseorang yang ingin mengubah orang bodoh menjadi baik dengan ucapan-ucapan mulia, bagaikan berusaha mengikat gajah dengan batang  lotus, bagaikan melubangi permata dengan kelopak bunga, bagaikan menuangkan setetes madu ke dalam air laut agar menjadi manis. Seseorang yang berusaha mengajarkan kebaikan kepada orang-orang jahat, ia melakukan pekerjaan yang tidak akan membawa hasil karena orang jahat tidak mengenal kebaikan dan mereka tidak pernah mendengarkan nasehat yang bijaksana dari orang-orang baik.

6. Hiasan bagi Orang Bodoh
Svāyattamekāntahitam vidhātrā, vinirmitam chādanamajňatāyāh
viśeşatah sarvavidām samāje, vibhūşaņam maunamapan ditānām.

Tuhan memberikan jalan terbaik bagi orang bodoh untuk menutupi kebodohannya dengan diam, terutama pada saat ia berada di tengah perkumpulan orang-orang bijaksana. Bagi orang bodoh, diam merupakan hiasan terbaik. Cara terbaik bagi orang bodoh untuk menutupi kebodohannya adalah dengan menahan diri dan diam dalam setiap pertemuan orang-orang bijaksana. Dengan diam ia dapat lebih banyak mendengarkan pendapat orang-orang bijaksana dan dapat belajar dari mereka. Oleh karena itu orang yang kurang pandai atau bodoh hendaknya selalu memegang hal ini bila ia tidak ingin menunjukkan kebodohannya di depan masyarakat.

7. Hilangnya Keangkuhan

Yadākinci jjnyoaham dvipa iva madāndhah samabhavam
tadā sarvajno asmītya bhavadava liptam mama manah
yadā kincitkincid budhajana sakāsā davagatam
tadā mūrkhoasmīti jvar iva mado me vyapagatah.

Ketika menguasai sedikit pengetahuan, aku bagaikan seekor gajah yang mengamuk, penuh dengan keangkuhan dan merasa paling tahu segalanya, tetapi ketika mulai bergaul dengan orang-orang bijaksana, maka kesombonganku perlahan-lahan menghilang bagaikan demam, dan akhirnya menyadari bahwa aku adalah orang bodoh. Pada saat manusia dalam kesombongan ia menganggap bahwa ia tahu segalanya di dunia ini, akan tetapi saat ia mulai bergaul dengan orang-orang baik, ia sadar bahwa ia bukan orang pintar tetapi sangat bodoh.

10. Tidak Ada Obat Bagi Orang Bodoh
Sakyo vāryitum jalena hutabhuk chatreņa suryātapo
nāgendro niśitāngkuśena samado danden gogardabau
vyādhirbheşaja samgrahaiśca vividhairmantraprayogai rvişam
sarvasyauşadhamasti śāstravihitam mūrkhasya nāstyauşadham.

Api dapat dipadamkan dengan air, sinar matahari dapat dihalangi dengan payung, seekor gajah dapat ditaklukkan dengan senjata Angkusa, banteng atau keledai dapat dijinakkan dengan tongkat, penyakit dapat dicegah dan disembuhkan dengan obat-obatan, pengaruh racun dapat dihilangkan dengan macam-macam cara. Cara-cara untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit dapat ditemukan dalam buku, namun tidak ada obat bagi orang-orang bodoh. Dalam sloka ini disebutkan bahwa segala jenis masalah besar yang ada di dunia ini memiliki jalan keluar atau dapat diselesaikan, akan tetapi bagi orang yang bodoh tidak ada buku ataupun ajaran yang dapat membantunya

11. Keagungan Para Sastrawan
Śāstropas kŗta śabda sundar girah sişyapradeyāgamāh
vikhyātāh kavayo vasanti vişaye yasya prabhornirdhanāh
tajjādyam vasudhādhipasya sudhiyas tvartham vināpīśvarāh
kutsyāh syuh kuparīkşikāh himaņayo yairarghatah pātitāh.

Para sastrawan yang terpelajar mengucapkan kata-kata yang sangat                                                 bermakna, mengajarkan  kepada murid-murid tentang ajaran Weda dan agama. Bilamana di suatu negara mereka hidup dalam kemiskinan, di sanalah kebodohan seorang pemimpin terlihat. Sebenarnya tanpa kekayaan pun mereka hidup dalam kebahagiaan. Dengan tidak mengetahui keagungan mereka, bagaikan merendahkan nilai mutiara-mutiara yang berharga.
Dalam sloka ini disebutkan bahwa setiap orang perlu menghormati orang-orang yang terpelajar, yaitu mereka yang ahli dalam sastra dan agama karena dengan ajaran yang berharga mereka menghilangkan kebodohan-kebodohan dalam masyarakat. Bilamana dalam masyarakat mereka hidup dalam kemiskinan, maka di sana terlihat kebodohan para pemimpin negara tersebut karena pemimpin tersebut tidak mengetahui begitu berharganya pengetahuan yang dimiliki oleh para cendekiawan tersebut. Sehingga dikatakan bahwa pemimpin sendiri merendahkan nilai-nilai para cendekiawan yang berada di negaranya. Intisari sloka adalah hendaknya para pemimpin negara mencukupi kebutuhan para cendekiawan karena pengetahuan yang mereka miliki sangat berharga untuk masyarakat maupun untuk pemimpin itu sendiri.

12. Pengetahuan adalah Kekayaan Abadi

Harturyāti na gocaram kimapi śam puşnāti yatsarvadā
hyarthibhyah prati pādyamānamaniśam prāpnoti vŗddhiparām
kalpānteşvapi na prayāti nidhanam vidyākhyaman tardhanam
yeşām tānprati mānamujjhata nŗpāh kastai saha spardhate.

Tidak dapat ditemukan oleh para pencuri, membawa kedamaian dan kebahagiaan, semakin diberikan kepada murid-murid malah semakin berkembang, dalam pralaya pun tidak pernah hancur, itulah pengetahuan yang merupakan kekayaan. Oleh karena itu, “Wahai para penguasa, janganlah menunjukkan kesombonganmu kepada mereka yang memiliki pengetahuan!” “Siapakah yang berani bersaing dengan mereka?”  Pengetahuan adalah kekayaan yang tidak bisa dicuri oleh siapapun, semakin banyak diberikan akan semakin berkembang, dengan memiliki pengetahuan akan hadir kedamaian dalam diri manusia. Dalam sloka di atas penyair mengkritik para penguasa atau pemimpin yang menunjukkan kesombongan terhadap para ahli dalam sastra, agama, dan sebagainya. Sebenarnya bagi orang-orang besar, pengetahuan adalah kekayaan dan mereka bukan hanya perlu dihormati di negaranya sendiri akan tetapi di seluruh dunia.

13. Kekayaan Tidak Berharga

Adhigata parmārthān paņditānmāvamamasthās
tŗņamiva laghulakşmīrnaiva tān samruņaddhi
abhinava madlekhāśyāma gaņdasthalā nām
na bhavati bisatantur vāra ņam vārņā nām.

Wahai para penguasa, janganlah menghina para cendekiawan yang telah mencapai kesadaran spiritual yang tinggi. Kekayaan bagi mereka bagaikan pucuk dahan yang tidak berharga, bagaikan batang lotus yang tidak dapat mengikat seekor gajah. Para penguasa atau pemimpin hendaknya jangan menghina para cendekiawan  yang telah mencapai tingkat spiritual yang tinggi. Mereka tidak bisa dibeli dengan kekayaan karena kekayaan bagi mereka bagaikan ranting pohon yang telah patah dan tidak ada harganya. Bagaikan batang lotus yang tidak bisa mengikat gajah yang mengamuk demikian pula para cendekiawan tidak bisa diikat dengan kekayaan.



14. Keahlian Tidak Bisa Diambil
Ambhojinī vanavihār vilasameva
hamsasya hanti nitarām kupito vidhātā
na tvasya dugdhajala bhedavidhau prasiddhām
vai dagdhyakīrtimapahartumasau samarthah.

Bilamana Dewa Brahma murka, Dia bisa menghancurkan telaga tempat angsa-angsa berenang yang penuh dengan bunga lotus, akan tetapi Ia tidak bisa mengambil keahlian angsa yang dapat memisahkan susu dengan air. Apabila Dewa Brahma marah, mungkin beliau dapat menghancurkan telaga tempat angsa-angsa berenang, akan tetapi Dia tidak bisa mengambil keahlian angsa memisahkan susu dengan air, maksudnya di sini adalah apabila Tuhan telah memberikan suatu keahlian kepada seseorang, Dia tidak dapat menariknya kembali. Contohnya seorang ilmuwan yang memiliki kemampuan untuk menciptakan bom, Tuhan tidak akan menarik keahlian tersebut, sampai orang tersebut meninggal dunia.

15. Ucapan yang Halus dan Baik
Keyurāņi na bhūşayanti purusam hārāh na candrojj valāh
na snānam na vilepanam na kusumam nālam krtāh mūrdhajā
vāņyekā samalańkaroti puruşam yā sanskŗtā dhāryate
kşīyante khalu bhūşanāni satatam vāg bhūşaņam bhūşaņam.

Bukan karena kilauan gelang atau kalung permata yang bagai rembulan, bukan karena mandi, bukan karena bedak cendana, bukan pula karena bunga, melainkan karena ucapan halus dan baik yang dapat menambah kecantikan seseorang. Semua busana yang lain akan sirna namun ucapan yang baik dan benar adalah perhiasan sesungguhnya.
Penyair menjelaskan bahwa ucapan adalah busana terbaik bagi manusia. Seseorang tidak hanya dinilai dari busana indah atau mewah yang dipakainya, tetapi juga dari ucapannya. Oleh karena itu hendaknya manusia berusaha mengontrol setiap ucapannya atau berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara dan perkataan diucapkan dengan halus dan benar.

16. Pengetahuan Sangat Dihormati

Vidyā nāma narasya rūpamadhikam pracchanna guptam dhanam
vidyā bhogakarī yaśah sukhakarī vidyā gurūņām guruh
vidyā bandhu jano videśa gamane vidyā parā devatā
vidyā rājasu pūjyate na hi dhanam vidyā vihīnah paśuh.

Pengetahuan adalah kecantikan manusia yang paling agung dan merupakan harta yang tersembunyi. Ia adalah sumber dari semua kesenangan, kemasyuran, dan kebahagiaan. Ia adalah guru dari semua guru dan menjadi sahabat di negeri asing. Pengetahuan bagaikan dewa yang dapat mengabulkan setiap keinginan. Pengetahuanlah yang di hormati oleh para raja, bukan kekayaan. Oleh karena itu, manusia tanpa pengetahuan yang benar bagaikan binatang. Pengetahuan yang benar dilambangkan sebagai kecantikan, harta yang tersembunyi, sumber kekayaan, kebahagiaan dan sahabat ketika berada di luar negeri. Seorang raja hanya dihormati dalam kerajaannya sendiri, akan tetapi orang yang memiliki ilmu pengetahuan dihormati di mana-mana. Penyair berpendapat bahwa tanpa pengetahuan manusia tidak ada bedanya dengan binatang.

17. Sifat-Sifat Manusia
Kşāntiścetkavacena kim kimaribhih krodhoasti ceddehinām
jňātiścedanalen kim, yadi suhŗddivyāuşadhaih kim phalam
kim sarpairyadi durjanāh, kimu dhanairvidyā ana vadyā yadi
vrīdā ceta kimu bhūsaņaih sukavitā yadyasti rājyen kim.

Bilamana seseorang memiliki sifat penyabar, ia tidak memerlukan senjata. Bilamana seseorang memiliki sifat pemarah, ia tidak perlu lagi mencari musuh. Bilamana ada kebanggaan terhadap kasta,  tidak perlu  lagi api yang lain, kerena kebanggaan diri telah cukup membakar hatinya. Jika seseorang memiliki sahabat yang baik, maka tidak perlu mencari obat-obatan supranatural. Jika seseorang dikelilingi oleh orang-orang jahat, ia tidak perlu mencari ular yang berbisa. Jika ada pengetahuan yang baik dan benar, apa gunanya kekayaan lain? Jika seseorang memiliki rasa malu, mengapa ia harus mencari hiasan lain? Jika seseorang adalah penyair yang baik, ia tidak perlu mengharapkan sebuah kerajaan.
Dalam sloka ini dijelaskan bahwa seseorang yang memiliki kesabaran tidak perlu memiliki senjata, karena dengan kesabarannya ia dapat memenangkan hati orang lain. Orang yang mempunyai sifat pemarah tidak perlu mencari musuh karena dengan kemarahannya ia akan mendapatkan musuh setiap hari. Seseorang yang bangga terhadap kasta atau kelahiran tidak perlu membakar dengan api karena kesombongannya dapat membakar apapun yang di dekatnya dan seseorang yang mempunyai sahabat yang baik tidak perlu mencari obat-obatan untuk diri sendiri, karena sahabat tersebut akan memberikan nasehat terbaik yang mampu menyelamatkannya dari kesulitan. Jika seseorang dikelilingi oleh orang-orang jahat, ia akan selalu mendapat masalah. Seseorang yang memiliki pengetahuan yang benar dan selalu berbuat baik, ia tidak akan mengagung-agungkan kekayaan. Rasa malu merupakan hiasan yang terbaik di dunia ini, dan penyair tidak memerlukan kerajaan karena tanpa itu pun ia bisa terkenal dengan karya-karyanya.

18. Sifat-sifat Dasar Orang Baik
Dākşiņyam svajane dayā parijane śāthyam sadā durjane
prītih sādhujane nayo nŗpajane vidvajjaneşvarjavam
sauryam śatrujane kşamā gurujane nārījaneadhŗştatā
ye caivam puruşāh kalāsu kuśalāsteş veve loka sthitih.

Memperlakukan keluarga dengan baik, mengasihi orang lain, bersikap tegas terhadap penjahat, menghormati orang baik, bersikap bijaksana dengan para pemimpin, bersikap jujur dengan para bijaksana, berani menghadapi musuh, pemaaf terhadap para guru, menghormati wanita, atas dasar sifat-sifat itulah kehidupan berjalan.
Dunia ini eksis karena sebagian besar manusia memiliki sifat-sifat yang baik, yaitu saling menghormati dan menyayangi  sesama makhluk hidup. Kejahatan tidak bisa bertahan lama atau ditutupi untuk selamanya karena suatu saat pasti akan terbongkar atau hancur. Kita harus memegang teguh kejujuran, kebijaksanaan, kasih sayang, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bersikap tegas kepada orang jahat di sini maksudnya adalah mampu berlaku adil dan bijaksana dalam memberantas kejahatan dan ketidak adilan atau kesewenang-wenangan dalam masyarakat. Ditekankan pula bahwa kita hendaknya menghormati wanita karena ia adalah guru pertama bagi manusia, sedangkan pemaaf kepada guru di sini artinya adalah tidak menyimpan rasa dendam meskipun kadang-kadang kita dimarahi oleh guru, karena kemarahan seorang guru bertujuan untuk memperbaiki perilaku kita yang keliru.

19. Memilih Pergaulan

Jādyam dhiyo harati sincati vāci satyam
mānonnatim diśati pāpamapākaroti
cetah prasādayati dikşu tanoti kīrtim
satsangatih kathaya kinna karoti pumsām.

Bergaul dengan orang-orang bijaksana menghancurkan kebodohan, mempermanis ucapan, mengajarkan kehormatan, menjauhkan dari perbuatan dosa, membahagiakan pikiran, menyebarkan kemasyuran dan nama baik. “Sebutkanlah apa yang tidak menolong jika  bergaul dengan orang-orang bijak?” Pergaulan sangat mempengaruhi kehidupan manusia, oleh karena itu setiap manusia harus berhati-hati dalam memilih pergaulan. Dalam sloka di atas dijelaskan bahwa pergaulan dengan orang baik dapat menghancurkan kebodohan karena berteman dengan orang baik membawa manusia pada lingkungan yang baik pula. Dalam lingkungan yang baik tersebut manusia dapat belajar tentang kehormatan yang akan menjauhkannya dari perbuatan dosa, memberikan kebahagiaan bagi pikiran, berteman dengan orang baik, dan   membuat namanya ikut termasyur. Oleh karena itu, manusia hendaknya memilih pergaulan yang baik sehingga  mempengaruhi kehidupannya menjadi baik pula.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar